Minggu, 01 Januari 2023

FIQIH BAB THAHARAH

 BAB I

Materi Thaharah (Bersuci)

A. Ketentuan Thaharah (Bersuci)

Bersuci meliputi kesucian lahir dan batin artinya suci, badan, dan batin. Bersuci mengajarkan kepada umat Islam untuk menjaga kebersihan badan dan hati.



1. Pengertian Thaharah

Thaharoh berasal dari bahasa arab yang berarti bersuci. Bersuci dilakukan untuk mensucikan diri dari hadas dan najis. Istilah ini kemudian digunakan dalam keseharian sebagai kegiatan bersuci. Kegiatan bersuci dari najis ini meliputi menyucikan badan, pakaian, tempat, dan lingkungan yang menjadi tempat segala aktifitas kita. Thaharoh memiliki kedudukan sangat penting bagi kehidupan manusia. Mengapa demikian? Sebagian bersar ibadah dalam Islam mensyariatkan dilaksanakan dalam keadaan suci. Perintah thaharoh (bersuci) dijelaskan Allah SWT dalam Alquran, salah satu dalil dalam Alquran yang dapat kamu ketahui sebagai berikut:

                             اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ التَّوَّابِيْنَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِيْن                                                                                             

Artinya:. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri. (Qs. Al-Baqoroh [2]: 222)

2. Macam-Macam Thaharah

Ada beberapa macam thaharoh (bersuci) yaitu bersuci dari hadas dan bersuci dari najis.




a. Thaharoh (bersuci) dari Hadas

Pernahkah kamu mendengar istilah hadas? Apa yang kamu ketahui tentang hadas? Hadas secara bahasa berarti peristiwa. Secara istilah hadas yaitu keadaan tidak suci pada diri seorang muslim yang menyebabkan ia tidak diperbolehkan beribadah. Hadas juga terbagi menjadi dua macam, yaitu hadas besar dan hadas kecil.

1) Hadas Kecil

Hadas kecil adalah keadaan tidak suci pada diri seorang muslim yang dapat disucikan dengan berwudhu atau tayamum pada keadaan tertentu. Seseorang dapat disebut berhadas kecil apabila mengalami keadaan-keadaan berikut.

Keluar sesuatu dari dua jalan yaitu qubul dan dubur seperti buang air kecil, buang air besar dan buang angin

Hilang akal seperti mabuk, gila, pingsan, dan tidur

Bersentuhan kulit dengan lawan jenis yang bukan mahrom tanpa ada batas yang menghalanginya

Menyentuh kemaluan (qubul atau dubur) dengan telapak tangan Menurut jumhur ulama, seseorang yang dalam keadaan berhadas kecil harus segera bersuci. 

Saat seseorang yang mempunyi hadas kecil tidak boleh melakukan ibadah-ibadah tertentu. Apa saja ibadah yang tidak boleh dilakukan saat seseorang berhadas kecil? Ibadah ibadah tersebut yaitu

Memegang mushaf Al Qur'an dan membawanya kecuali yang disertai barang lain yang lebih banyak mengandung huruf misalnya tafsir atau terjemahan Al quran

Melaksanakan sholat, baik fardhu maupun Sunnah

Melaksanakan towafsaat sedang beribadah haji

2) Hadas Besar

Hadas besar adalah keadaan tidak suci pada diri seorang muslim yang dapat disucikan dengan mandi junub atau mandi besar. Akan tetapi, jika tidak ada air atau sebab tertentu dapat diganti tayamum. Keadaan yang dapat menyebabkan seseorang berhadas besar sebagai berikut:

Keluar mani baik karena mimpi atau hal yang lain bagi laki laki

Haid bagi perempuan

Melahirkan (wiladah) yaitu darah yang keluar saat seorang perempuan melahirkan

Melakukan hubungan suami istri

Meninggal dunia kecuali bagi orang yang syahid


b. Thaharoh (bersuci) dari Najis

Secara istilah najis adalah kotoran yang menjadi sebab terhalangnya seseorang untuk beribadah kepada Allah. Najis terbagi menjadi tiga yaitu najis mukhoffafah, najis mutawasitoh, dan najis mugholladzoh.

1) Najis Mukhoffafah

Najis mukhoffafah adalah najis yang ringan, seperti air kencing bayi laki-laki yang belum berumur dua tahun dan belum makan apapun kecuali air susu ibu. Cara mensucikannya cukup dengan memercikkan air pada benda atau tempat yang terkena najis tersebut.

2) Najis Mutawasitoh

Najis mutawasitoh yaitu najis sedang Najis ini dibagi dua macam yaitu najis mutawasitoh hukmiyah dan najis mutawasitoh 'ainiyah. Najis mutawasitoh hukmiyah adalah najis yang diyakini ada tapi tidak nyata wujudnya. Cara mensucikannya adalah cukup dengan mengalirkan air pada benda atau tempat yang terkena najis. Najis mutawasitoh 'ainiyah adalah najis yang tampak wujudnya dan bisa diketahui Contoh najis mutawasitoh yaitu darah, nanah, bangkai binatang, air kencing, dan lain sebagainya.

3) Najis Mugholladzoh

Najis mugholladzoh berarti najis yang berat. Cara mensucikannya secara bertahap yaitu dengan membasuh sebayak tujuh kali, satu kali diantaranya menggunakan air yang dicampur dengan tanah yang suci. Contoh najis mugholladzoh terdapat pada anjing dan babi. Adapun yang berasal dari anjing dan babi seperti air liur, daging, darah, air kencing, bulu, kotorannya.


B. Tata Cara Thaharah (Bersuci)


Adapun tata cara thaharah (bersuci) sebagai berikut.

Bersuci dengan mandi wajib

Mandi dalam bahasa arab disebut dengan al-gusl yang artinya mengalirkan air suci ke seluruh tubuh secara merata. Mandi besar bertujuan menghilangkan hadas besar yang sering disebut najis

mandi junub atau janabah.

Rukun mandi wajib ada dua yaitu niat dan membasuh atau meratakan air ke seluruh tubuh. Bagaimana cara melakukan mandi besar dengan tepat? Mandi besar dilakukan dengan cara berikut.

a Niat mandi untuk menghilangkan hadas besar. Niat dapat dilafalkan atau dibaca dalam hati. Jika dilafalkan niat mandi wajib sebagai berikut.

b. Menghilangkan najis dari badan

c. Mengalirkan air ke seluruh anggota tubuh mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki

Dalam melaksanakan mandi wajib terdapat sunnah agar mandi wajib yang kita lakukan lebih sempurna. 

Adapun sunnah mandi wajib sebagai berikut.

Membaca basmallah dan ber-wudhu sebelum memulai mandi

Mendahulukan anggota tubuh yang kanan daripada yang kiri

Menggosokkan anggota badan dengan sabun atau alat lain yang dapat membersihkan tubuh.

3. Dengan Ber Wudhu

Kata wudhu dalam bahasa arab berarti membersihkan. Jika kita melaksanakan sholat dalam keadaan berhadas, maka hukumnya tidak sah. Selain melaksanakan sholat, ber-wudhu dilakukan ketika seseorang hendak membaca Alquran dan thowaf. Ber-wudhu memiliki ketentuan dan tata cara tertentu yang harus dipenuhi.



Ketentuan Ber Wudhu

Ketentuan ber-wudhu meliputi syarat-syarat wudhu, rukun wudhu, sunnah-sunnah wudhu dan hal hal yang membatalkan wudhu. Ketentuan-ketentuan tersebut harus diperhatikan agar wudhu kita menjadi sah.

Syarat-syarat ber-wudhu diantaranya menggunakan air yang suci dan mensucikan, membasuh semua anggota wudhu, orang yang ber-wudhu hendaknya memahami rukun dan ketentuan wudhu dengan baik dan lain sebagainya.

Adapun rukun ber-wudhu yaitu niat, membasuh muka, membasuh kedua tangan hingga siku, mengusap sebagian kepala, membasuh kedua kaki hingga mata kaki serta tertib. Bagaimana hukum wudhu jika salah satu rukun tersebut tertinggal? Jika salah satu rukun tidak dilaksanakan maka wudhu tidak sah.

Selain syarat-syarat dan rukun wudhu terdapat sunnah wudhu. Bagaimana hukum ber-wudhu seseorang jika meninggalkan meninggalkan sunnah wudhu , Sunnah-sunnah wudhu terdapat tiga bagian yaitu sunnah sebelum ber-wudhu, sunnah saat ber-wudhu dan sunnah setelah ber-wudhu.

1) Sunnah sebelum ber-wudhu yaitu membaca basmallah, mencuci telapak tangan sampai pergelangan membaca basmallah, berkumur-kumur, Membersihkan hidung dengan cara istinsyaq, Membasuh muka, Membasuh kedua tangan sampai siku, Mengusap sebagian kepala atau seluruh kepala, Mengusap kedua telinga, Membasuh kedua kaki sampai mata kaki, Berdoa setelah wudhu.

2) Tayamum

Tayamum merupakan bersuci dengan debu atau tanah untuk menghilangkan hadas kecil sebagai pengganti wudhu dan mandi besar. Tayamum dilakukan dengan menyentuhkan dua telapak tangan ke tanah atau debu yang suci untuk menyapu muka dan kedua tangan.

Dalam melalukan tayamum memiliki beberapa ketentuan seperti sebab, rukum tayamum, dan ketentuan yang membatalkan tayamum.

Beberapa syarat yang memperbolehkan tayamum sebagai pengganti wudhu dan mandi besar yaitu tidak ditemukan air meskipun telah mencari, dalam keadaan sakit yang dikhawatirkan bertambah parah ketika terkena air, berada dalam perjalanan yang sulit mencari air, terdapat air dengan jumlah terbatas.

Selain sebab-sebab terdapat rukun rukun tayamum. Rukun tayamum merupakan ketentuan yang harus dilakukan agar tayamum yang dilakukan sah. Rukun tayamum yaitu niat, mengusap muka dengan debu suci, serta mengusap kedua tangan. Bagaimana hukum tayamum jika salah satu rukun tertinggal? Jika salah satu rukun tertinggal maka tayamum yang dilakukan tidak sah.


C. Penerapan dan Hikmah Thaharah (Bersuci)

  1. Menjaga kebesihan lingkungan, seperti membuang sampah pada tempatnya.
  2. Menjaga kebersihan diri sendiri seperti mandi dua kali sehari, mencuci tangan setelah keluar dari rumah, mencuci baju yang sudah kotor
  3. Menjaga kebersihan rumah atau pondok dengan menyapu, mengepel, serta membersihkan kamar
  4. Menjaga kebesihan sekolah, dengan melaksanakan tugas piket, tidak membuang bungkus makanan di laci kelas, kerja bakti.

Ada banyak hikmah thaharoh atau bersuci dalam keseharian, sebagai berikut.

  1. Mendorong diri untuk semakit dekat dan taat kepada Allah Swt.
  2. Menyempurnakan iman, karena Rasulullah menegaskan bahwa kebersihan sebagai dari iman.
  3. Menambah kekusyukan dalam menjalankkan ibadah
  4. Terhindar dari beberapa macam penyakit karena kurangnya kebersihan
  5. Menumbuhkan kita menjalani hidup dengan lebih nyaman.


Minggu, 14 Februari 2021

 Tugas Individu II dan Tugas III

Mata Kuliah Aswaja

Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Ahlussunnah Wal Jama’ah

Dosen Pengampu Alex Yusron Al Mufti, S.Ag., M.S.I.




Disusun Oleh :

Riskina Oktafia ( NIM : 201310004444 )


PRODI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN

UNIVERSITAS ISLAM NAHDLATUL ULAMA JEPARA

TAHUN AJARAN 2020/2021




Nama : Riskina Oktafia

Nim : 201310004444

Kelas : 1 PAI A7 R2

Makul : tugas Aswaja

Tugas Mandiri II

Nilai-Nilai Aswaja An-Nahdliyah


1. Contoh pelaksanaan nilai Tawassuth, Tawazun, I’tidal dan Tasamuh.

At-Tawassuth atau sikap tengah tengah, sedang sedang, tidak ekstrim kiri atau ekstrim kanan, dan tidak pilih-pilih begitupun dalam konteks kkehidupan.

Contoh pelaksanaan dalam kehidupan atau dalam lingkungan masyarakat. Ketika ada tetangga sebelah rumah saya sedang bertengkar disebabkan karna perbedaan pebdapat dengan tetangga yang satunya maka saya sebagai tetangga yang terdekat harus bisa menyelesaikan atau menengahi masalah tersebut, pada saat itu mereka sedang bercekcok ngomong ini ngomong itu tetapi saya tidak membela salah satu dari mereka, tetapi saya tetap untuk tidak pilih kasih akan tetapi saya memilih keputusan tengah-tengah. Dan disalah satu dari mereka ada yang mengalah karena dia merasa bahwa dia yang salah dan akhirnya masalah tersebut bisa didamaikan dengan cara yang halus.

Tawazun atau seimbang, yaitu seimbang atau seseorang yang memiliki sikap seimbang dalam segala hal.

Contoh pelaksanaan dalam masyarakat yaitu saat dalam berteman, bertetangga ataupun kepada saudara serumah  kita harus adil dan tidak memihak dalam memutuskan sesuatu perkara diantara mereka, sikap tawazun merupakan salah satu sikap seseorang yang selalu adil dan seimbang dalam melakukan sesuatu baik aktifitas dunia dan akhirat, Keseimbangan berhubungan dengan tuhan dan manusia.

I’tidal artinya tegak lurus yaitu sikap tegak dalam arti tidak condong pada kepentingan di luar aswaja dan umat, lurus dalam semata mata berjuang dami kepentingan NU dan umat.

Contoh dalam pelaksanaannya yaitu kita bersikap adil tidak hanya kepada manusia tetapi terhadap lingkungan dengan cara menjaga merawat alam sehingga tidak terjadi bencana alam seperti banjir yang sedang terjadi saat ini.

Tasamuh artinya toleran, toleran terhadap perbedaan pandangan baik dalam masalah agama, budaya, dan adat istiadat, sikap toleran terhadap perbedaan pandangan baik dalam masalah keagamaan, kemasyarakatan dan kebudayaan.

Contoh dalam perbedaan agama pada suatu daerah mereka saling menghargai dalam permasalahan lingkup agama dan budayanya. Dalam kelas bentuk toleransi berperan penting saat penyampaian pendapat saat presentasi materi , teman yang lain harus bisa bersikap toleran meskipun materi yang disampaikan kurang begitu jelas dan bertanya dengan cara yang baik.




Tugas Mandiri III

Peran Penting Ponpes Az-Zahra Sekuro, Mlonggo

Dalam pengembangan Aswaja



A. Profil Ponpes Az-Zahra 

1. Sejarah singkat

Dalam sejarah singkat ponpes ini adalah semasa hidup sang pendiri simbah H. Siroj Ma’ruf dan Hj. Siti Zuhro adalah sosok yang sangat taat pada ilmu atau (ulama’) dan pencari ilmu (Tholibul ilmi). Sebidang tanah disediakan untuk mendirikan mushola Al-Hasanah, sehingga masyarakat sekitar dapat menggunakannya untuk jama’ah, belajar ilmu agama atau ngaji serta kegiatan keagamaan lainnya.

Saat K.H. Nur Kholiq Ma’ruf dari tanah suci Makkah pada tahun 2004, semakin menguatkan niat keluarga untuk menderma baktikan segala potensi keluarga untuk pendidikan kegamaan pada masyarakat. Musholla Al Hasanah yang selama ini telah digunakan masyarakat sekitar, oleh keluarga Bani Ma’ruf dan anak anak Hj. Zuhro disepakati dijadikan pondok pesantren yang diberi nama Az-Zahra. 

Mulai saat itulah pondok pesantren Az-Zahra resmi didirikan dan menyerahkan pengelolaan serta kepemimpinan pondok pesantren kepada putra ke-empat yaitu K.H. Nur Kholiq Ma’ruf. Beliau yang pada saat itu baru saja menetap di Jepara setelah sekian lama menuntut ilmu dikota suci Makkah, menyanggupi tugas teramat berat  untuk membangun dan mengelola pondok pesantren mulai dari awal, tentu dengan dukungan seluruh keluarga.

Langkah pertama sang pengasuh yaitu memohon ijin dan petunjuk kepada sang guru yaitu Hadrotusy Syaikh Sayyid Maliki Al Maliki Al Makky, sehingga untuk beberapa lama beliau kembali ke tanah suci Makkah untuk memohon restu dan Ziyadah do’a dalam mengemban amanah pondok pesantren.

Setelah K.H. Nur Ma’ruf kembali ke tanah air, beliau langsung menuju ke kediaman kiyai beliu Hadrotusy Syaikh K.H. Maimun Zubair, pengasuh pondok pesantren sarang Rembang dengan tujuan yang hampir sama dengan perjalanan ke Makkah, sang kiyai pun memberi ijin dan wejangan sebagai pegangan untuk sang pengasuh muda yang sekaligus murid santri Sayyid Muhammad Al Mliky Al Makki selama 25 tahun.

Pondok pesantren Az Zahra dalam masa awal pendiriannya menerima bantuan dari beberapa pondok pesantren lainnya diantaranya yaitu seorang senior pondok pesantren Daarut tauhid Purworejo pimpinan K.H. Thoifur Mawardi yang nantinya membantu pengelolaan pondok, pada saat itu sudah ada 10 orang santri yang bermukim di pondok pesantren Az Zahra.

2. Visi dan misi Ponpes Az Zahra

Visi dan misinya adalah Pencapaian ini diwujudkan dalam ikhtiyar praktis mewujudkan generasi penerus bangsa yang mutafaqqih fid din, berkarakter Ahlussunnah Wal Jama’ah dan berwawasan nusantara serta senantiasa menjadi rahmat bagi lingkungan sekitar.

Program utama yayasan Az Zahra adalah untuk mencerdaskan kehidupan masyarakat melalui pengembangan pembangunan pendidikan berbasis pondok pesantren. Melayani masyarakat dengan pengabdian dibidang social, agama dan pendidikan untuk menjadikan generasi yang beriman, bertaqwa, berilmu, dan beramal saleh. Mampu memanfaatkan teknologi informasi, berwawasan luas, serta bertanggung jawab kepada agama, masyarakat, bangsa dan Negara.

3. Pendiri pondok pesantren Az Zahra

Pendiri pondok pesantren Az Zahra adalah keluarga dari Bani Ma’ruf dan anak anak Hj. Zuhro.

B. Susunan Pengurus Yayasan

Struktur Organisasi

Ketua : Joni Adi Fitra S.H.I

Wakil Ketua : Zajri

Sekretaris, Bag. Pendidikan : Fitri Roihani

Bendahara, Bag. Keamanan : Azzam Muslim

Logistic : Burhan

Bagian Keamanan : Ernasuryaningsih S.P.d.I

Bagian Kebersihan : M. Kharis Luthfi dan Nurul Latifah

Bagian Pendidikan : Dana Muslim

C. Lembaga yang di kelola ponpes Az Zahra

Pendidikan 

Pendidikan formal:

SMP

SMK

Pendidikan Informal:

Madrasah Diniyah

D. Program Harian

- Ba’da sholat shubuh, Al Wirdul latif lil Imam ‘Abdullah bin ‘Alawy Ah Haddad

- Ba’da sholat shubuh, Sorogan ( privat ) Al-Quran

- Ba’da sholat ashar, surat Al Waqiah dan doa

- Ba’da sholat magrib, Ratib Al Haddad Lil Habib ‘Abdullah bin ‘Alawy Al Haddad

- Ba’da sholat isya’, Muhadloroh (kajian kitab fathul Qorib Mujib Syarh Imam Muhammad bin Qosim Al Ghozzy ‘Alal kitabi Al Musamma bit Taqrib Lil Imam Ahmad bin Abi Suja,)

- Ba’da sholat shubuh, Majlis Ta’limil ‘Ilmi Madrasah Diniyyah Klasikal

- Pagi sampai siang pendidikan formal

Program Mingguan

- Malam Jum’at ba’da sholat magrib, maulidun Nabi Al barjamzi

-  Malam Ahad, latihan Khitobah, latihan seni baca Al Quran, Mujahadah dan sholat Tasbih, Musyawaroh kitab

Program Bulanan

- Setiap bulan sekali pada malam ahad legi ada kegiatan Majlis Padang Bulan dengan berbagai kegiatan yang bersifat keagamaan atau pengajian dan pelestarian budaya atau kearifan local

Program Tahunan

- Bulan Muharrom, selamatan malam tahun baru Hijriyah

- Bulan Muharrom, Haul Simbah Hj. Siti Zuhro

- Bulan Shofar, selamatan “rabo pungkasan”

- Bulan Robi’ul Awwal, Maulidun Nabi dan peringatan kelahiran Rasulullah Muhammad SAW

- Bulan Rojab, peringatan isro’ mi’roj

- Bulan Sya’ban, selamatan “nisfu sya’ban”

- Bulan Ramadhan, pengajian “posonan”

- Bulan Ramadhan, Haul Abuya Sayyid Muhammad dan K.H. Nur Kholiq Ma’ruf

- Bulan Syawal, idhul fitri Halal Bihalal

- Bulan Dzul Hijjah, idul adha (qurban)

- Bulan mei, haflah akhiris sanah, wisuda SMP SMk, khataman Al Quran dan Harlah Az Zahra

E. Nama kyai/syekh/Ustadz

K.H. Nur Kholiq Ma’aruf

F. Jumlah santri yang ada di pesntren

Santri laki-laki : 192 santri

Santriwati perempuan : 73 santriwati

G. Nama-nama kitab yang di pelajari

Kajian kitab kitab  kuning

H. Sarana Prasarana dalam ponpes

Lapangan, masjid, gedung sekolah, koprasi santri, perpustakaan, lap computer, lab bahasa, asrama santri, asrama pengasuh, kantor, dapur, kamar mandi dan wc, klinik kesehatan, dan gudang.




Sabtu, 13 Februari 2021

 MAKALAH

PESANTREN DAN ASWAJA AN-NAHDLIYAH

Disusun Guna Memenuhi Tugas Makalah Ahlussunnah wa al Jama`ah

Dosen Pengampu : Alex Yusron Al Mufti, S.Ag., M.S.I




 

Disusun oleh :

1. Khoirul Huda  (201310004402)

2. Wiwin Noviyanti (201310004423 )

3. Riskina Oktafia (201310004444)


Kelas : 1PAI A7 (R2)

Mata Kuliah : Ahlussunnah wa al Jama`ah


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN

UNIVERSITAS ISLAM NADHLATUL ULAMA JEPARA

TAHUN 2020




KATA PENGANTAR


Puji syukur kehadirat Allah SWT atas izin dan karuniaNya, penulis bisa menyelesaikan makalah ini tepat waktu dengan penuh kemudahan. Tak lupa sholawat dan salam penulis haturkan kepada Nabi agung Muhammad Saw. Semoga kelak kita diberikan syafaatnya pada hari akhir.

Makalah ini membahas tentang “pesantren dan aswaja an-nahdliyah”. Makalah ini dibuat karena menjadi tugas Ahlusunnah Wa aljamaah, yang bertujuan agar mahasiswa mampu mengetahui pengertian pesantren, peranan pesantren terhadap aswaja, serta sejarah dan perkembangan pesantren dalam pengembangan aswaja.

Penulis juga mengucapkan terimakasih kepada semua orang yang ikut membantu penulis, sehingga dapat terselesaikan makalah ini dengan baik. Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca. 

Walaupun makalah ini masih banyak kekurangannya baik dalam hal penulisan maupun dalam penyusunan kalimatnya. Penulis juga memohon kepada pembaca untuk memberikan saran dan kritiknya. Terima Kasih.


Jepara, 9 Januari 2021


Penulis 


 

DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG PEMBAHASAN

B. RUMUSAN MASALAH

C. TUJUAN PEMBAHASAN

BAB II

PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN PESANTREN

B. PERANAN PENTING PESANTREN DALAM PENGEMBANGAN ASWAJA

C. SEJARAH DAN PERKEMBANGAN PESANTREN DI NUSANTARA

BAB III

PENUTUP

A. SIMPULAN

B. SARAN

DAFTAR PUSTAKA





BAB I 

PENDAHULUAN


A. LATAR BELAKANG PEMBAHASAN

Nahdlatul Ulama atau yang lebih dikenal dengan NU merupakan salah satu organisasi islam terbesar dengan jumlah anggota terbanyak di Indonesia yang dipelopori oleh ulama yang berbasis di pesantren pesantren. NU merupakan organisasi social keagamaan berhaluan ahlussunnah wal jama’ah yang didirikan  K.H. Hasyim Asyari, K.H. Bisri Syamsuri, dan beberapa ulama lainnya pada tanggal 31 januari 1926.

 Tujuan didirikannya NU adalah memelihara, melestarikan, mengembangkan dan mengamalkan ajaran islam Ahlussunnah Waljamaah yang menganut salah satu madzhab empat, dan mempersatukan langakah para ulama dan pengikut pengikutnya serta melakukan kegiatan kegiatan yang bertujuan untuk  menciptakan kemaslahatan masyarakat, kemajuan bangsa dan ketinggian harkat serta martabat manusia.

Dalam perkembangannya NU di Indonesia juga membuka cabang-cabang  organisasi di berbagai daerah di seluruh Indonesia. Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan tradisional asli Indonesia, yang munculnya bersamaan dengan misi dakwah Islam di kepulauan Melayu – Nusantara sekitar abad 13 dan ada pendapat lain sekitar abad 14. Jika kita. telusuri perjalanan sejarah pendidikan di Indonesia jauh ke masa lampau, akan sampai pada penemuan sejarah, bahwa pondok pesantren adalah salah satu bentuk peradaban Indonesia yang dibangun sebagai institusi pendidikan keagamaan yang bercorak tradisional, lebih unik dan “Indigenous Culture” atau bentuk kebudayaan asli Indonesia. Pondok pesantren yang dahulunya cenderung tertutup, sekarang lebih terbuka dan dikemas lebih modern.

Melihat keberadaan pondok pesantren NU, ini bisa digunakan sebagai benteng pluralisme dalam konteks Indonesia, dengan pendidikan kepada santri-santrinya yang nanti setelah lulus bisa diabdikan dalam kehidupan bermasyarakat. Sehingga kurikulum yang diajarkannya harus memuat nilai-nilai inklusifisme, seperti misalnya tentang toleransi dan pluralisme. Hal tersebut bertentangan dengan MUI (Majelis Ulama Indonesia), lembaga yang dibentuk oleh pemerintah yaitu MUI, mengeluarkan fatwa haram untuk pluralisme. Tetapi ada perbedaan pendapat tentang fatwa haram mengenai pluralisme itu di kalangan umat Islam dan NU sendiri, ada yang setuju dan ada yang mempertanyakannya. Pondok pesantren Edi Mancoro adalah salah satu dari pondok pesantren NU, yang didirikan oleh KH Mahmud Ridwan (beliau adalah sahabat dari  Abdurrahman Wahid atau Gus Dur), yang berdiri pada 25 Desember 1989.

B. RUMUSAN MASALAH

1. Apa definisi Pesantren ?

2. Bagaimana Peran pesantren terhadap perkembangan Aswaja ?

3. Bagaimana sejarah dan perkembangan pesantren di Nusantara ?

C. TUJUAN PEMBAHASAN

1. Mengetahui definisi pesantren 

2. Mengetahui peran pesantren terhadap Aswaja

3. Mengetahui sejarah dan perkembangan pesantren di Nusantara


BAB II

PEMBAHASAN



A. Definisi Pesantren


Pesantren berasal dari kata “santri” yaitu istilah yang pada awalnya digunakan bagi orang-orang yang menuntut ilmu agama di lembaga pendidikan tradisional Islam di Jawa dan Madura. Kemudian kata “santri” mendapat awalan “pe” dan akhiran “an” , yang berarti tempat para santri menuntut ilmu. 

Sebuah pesantren pada dasarnya adalah sebuah asrama pendidikan Islam tradisional dimana para siswa tinggal bersama dan belajar di bawah bimbingan seseorang (atau lebih) guru yang biasa disebut dengan “kyai”. 

Pesantren adalah lembaga pendidikan keagamaan yang mempunyai kekhasan tersendiri dan berbeda dengan pendidikan lainnya. Pendidikan di Pesantren meliputi pendidikan Islam, dakwah, pengembangan kemasyarakatan , dan pendidikan lainnya yang sejenis. Para peserta didik pada pesantren disebut “santri” yang umumnya menetap di Pesantren, disebut dengan istilah “pondok”. Dari sinilah timbul istilah “Pondok pesantren”. 

Menurut Menteri Agama Lukman Hakim, Ada tiga ciri utama pondok pesantren, yaitu: pertama, semua pondok pesantren selalu mengajarkan paham Islam yang moderat. Ciri kedua, keluarga besar pesantren, tidak hanya tercermin dari para pimpinan atau kyainya, tapi juga para santrinya, memiliki jiwa besar dalam mensikapi keragaman. Mereka tidak mudah terpancing untuk melihat persoalan secara hitam putih atau mudah menyalah-nyalahkan. Ciri ketiga, setiap pesantren selalu mengajarkan cinta Tanah Air. Hanya di wilayah, daerah, dan negara yang damai sajalah syariat Islam, nilai-nilai kebajikan bisa dijalankan dengan baik. 

Peran pesantren dalam proses penyebaran islam  bisa dilihat dari kegiatan dakwah Walisongo di Jawa. Hubungan antara lahirnya pesantren dan proses penyebaran islam cukup banyak bukti, selain tercatat secara dalam berbagai naskah akademik hasil penelitian para ahli , juga bisa dilihat dari berbagai situs sejarah Islam yang tersebar di wilayah Nusantara. Dapat dinyatakan bahwa hampir semua peradaban Islam dapat ditemukan dekat hubungannya dengan pesantren.

Pesantren merupakan lembaga tradisional Islam yang sudah ada jauh sebelum NU didirikan. Sebagai lembaga pendidikan Islam yang merawat tradisi ahlussunnah waljamaah, pesantren eksis dan memegangi  literature kitab kuning yang diajarkan oleh kiai. Bahkan jauh sebelum NU meneguhkan sebagai ormas islam berbasis ahlussunnah waljamaah, pesantren telah bersandar pada tradisi sunni. Para kiai mengajarkan kitab kuning yang ditulis para ulama sunni kepada santrinya. 



B. PERANAN PENTING PESANTREN DALAM PENGEMBANGAN ASWAJA

Melihat kembali peran pesantren dalam mengembangkan ASWAJA. Jauh sebelum Indonesia lahir sebagai Negara merdeka pada 17 Agustus 1945, pesantren-pesantren sudah berdiri. Pesantren adalah asrama pendidikan islam tradisional di mana para siswa tinggal bersama dan belajar dibawah bimbingan seorang guru yang disebut kiai.  Prespektif sejarah, awal  berdirinya pesantren erat hubungannya dengan proses islam masuk di nusantara. Peran pesantren dalam proses penyebaran islam bisa dilihat dari kegiatan dakwah Walisongo di Jawa. Hubungan antar lahirnya pesantren dan proses penyebaran islam cukup banyak bukti, selain tercatat secara dalam berbagai naskah akademik hasil penelitian para ahli, juga bisa dilihat dari berbagai situs sejarah islam yang tersebar di wilayah Nusantara. Dapat dinyatakan bahwa hampir semua peradaban islam dapat ditemukan dekat hubungannya dengan pesantren.  

Pesantren dibangun dari pengalaman masyarakat islam Indonesia dalam kegiatan transmisi ajaran islam dengan berbagai karakternya yang sangat unik.  Peran pesantren telah hadir di tengah tengah masyarakat Indonesia sebagai salah satu lembaga keagamaan yang berfungsi mendorong lahirnya peradaban islam di Nusntara. Pesantren merupakan lembaga tradisi islam yang sudah ada jauh sebelum NU didirikan. Sebagai lembaga pendidikan islam yang merawat tradisi ahlussunnah wal jama’ah, pesantren eksis dan memegangi literatur kitab kuning yang diajarkan oleh para kiyai. Bahkan jauh sebelum NU meneguhkan sebagai ormas islam berbasis ahlussunnah wal jama’ah, para kiai mengajarkan kitab kuning yang ditulis para ulama sunni kepada santrinya. 

Jadi karakteristik keislaman an Nahdhatul Ulama (NU) yang berbasis dengan tradisi sunni, tidak lepas dari pemikiran NU yang dipengaruhi oleh beberapa factor, salah satunya adalah tradisi pesantren jawa yang sudah lama eksis dan dibangun diatas basis sunni. Dan banyak pesantren di Indonesia yang mengajarkan ilmu keislman seperti ilmu Tauhid atau aqidah menurut rumusan Imam Abu Hasan al-Asy’ari dan Imam Abu Mansur al-Maturidi dengan menggunakan karya-karya ilmiyah klasik oleh para pengikut kedua imam tersebut, menurut catatan sejarah bahwa yang mendirikan Nahdlatul Ulama adalah para ulama pondok pesantren. Mereka memiliki kesamaan wawasan, pandangan, sikap, perilaku dan tata cara pemahaman serta pengalaman ajaran agama islam menurut faham ahlussunnah wal jama’ah. Keberadaan Nahdlatul Ulama merupakan organisasinya masyarakat pesantren.  

Hubungan antara Nahdlatul Ulama dengan pondok pesantren dapat dilihat dari beberapa hal sebagai berikut:

1. Kesamaan tujuan yaitu melestarikan ajaran islam Ahlussunnah Wal Jama’ah yang merupakan materi pokok pengajaran agama islam di pondok pesantran.

2. Nahdlatul Ulama didirikan sebagai wadah bagi usaha mempersatukan langkah para ulama pondok pesantren di dalam pengembangan tugas pengabdiannya dalam masyarakat, baik bidang agama, pendidikan, maupun persoalan kemasyarakatan lainnya.

3. Pengaruh yang dimiliki oleh para kiai pengasuh pondok pesantren di lingkungan masyarakat juga menjadi kekuatan pendukung bagi Nahdlatul Ulama. Anggota yang dikenal dengan sebutan “kaum santri” menjadi salah satu pilar penyangga kekuatan Nahdlatul Ulama, bahkan menjadi salah satu ciri khas yang membedakan nya dengan organisasi-organisasi islam lainnya. 

Tujuan Nahdlatul ulama didirikan adalah berlakunya ajaran islam yang menganut paham Ahlussunnah Wal Jama’ah dan menurut salah satu dari madzhab empat untuk terwujudnya tatanan masyarakat yang demokratis dan berkeadilan demi kemaslahatan dan kesejahteraan umat dengan melaksanakan dakwah islamiyah dan amar ma’ruf nahi munkar.


C. Sejarah Pesantren

Pondok pesantren sudah dikenal sejak abad ke-15 Masehi. Tokoh yang dianggap sebagai perintis berdirinya pondok pesantren adalah Maulana Malik Ibrahim (w. 1419 M). Dalam melaksanakan dakwah Islam beliaumenggunakan masjid dan pondok pesantren sebagai pusat pembelajaran.Model dakwah Islam tersebut dilanjutkan oleh para Walisongo sehingga pondok pesantren menjadi lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia dalam perkembangan berikutnya pondok pesantren didirikan oleh para kiai yang bercita-cita mengajarkan dan menyebarkan agama Islam.Pada tahun 1619 Raden Rahmatullah (Sunan ampel) mendirikanmasjid dan pondok pesantren di Kembang Kuning, kemudian dipindahkan ke Ampel Surabaya. 

Pondok pesantren ini sangat terkenal dan mempunyai pengaruh yang sangat luas di seluruh Jawa Timur. Banyak santri yang datang dari berbagai daerah untuk belajar di pondok pesantren ini. Para santri Ampel yang telah menyelesaikan belajarnya kembali ke daerahnyamasing-masing dan mendirikan pondok pesantren baru, seperti : Sunan Giridi Gresik, Sunan Bonang di Tuban, Sunan Drajat di Lamongan dan Raden Patah di Demak Jawa Tengah.Dalam perkembangan berikutnya pondok pesantren didirikan oleh para kiai yang bercita-cita mengajarkan dan menyebarkan agama islam.Pada mulanya mereka mendirikan masjid/langgar sebagai tempat shalat Berjama’ah dan pengajian tentang keimanan, ibadah dan akhlak. Kedalaman ilmu agama kepribadian dan perilaku yang dilandasi keikhlasandanakhlakul karimah dapat menarik para penduduk untuk mengikuti kegiatandakwahnya. Bukan hanya orang sedesanya yang mengikuti pengajian, tetapi banyak juga orang dan desa lain yang mengikutinya. Untuk menampung para santri dari desa lain yang ingin belajaragama Islam secara mendalam, maka muncullah gagasan untuk mendirikan Asrama bagi mereka. Gagasan itu disampaikannya kepada para jama’ah dan Merekapun memberikan dukungan dengan ikut berperan serta membangun pondok pesantren.Demikianlah pondok pesantren tumbuh dan berkembang diIndonesia sejak awal .

pertumbuhan dan perkembangan agama Islam.Tujuannya selain mengajarkan agama Islam, juga mencetak kader-kaderulama dan mubaligh. Karena itu wajar jika dikatakan bahwa pondok pesantren merupakan benteng pertahanan bagi keberlangsungan dakwahIslam di Indonesia

D. Pengaruh pesantren dalam pengembangan Aswaja

Secara umum, ulama dan kyai pesantren memiliki santri sekaligus Sebagai jama’ah yang jumlahnya diakui cukup besar, dengan sistem pola Hubungan antara santri dan kyai, terutama pada lingkungan masyarakat,khususnya di jawa. Pola ini mampu mewarnai dan sekaligus membentuk subkultur tradisionalis Islam di Nusantara. Oleh karenanya, kehadiran organisasi NU bisa dipandang sebagai upaya mewadahi dan melembagakanlangkah kegiatan serta ikhtiyar para ulama yang telah dilakukansebelumnya. Para ulama pesantren tergabung dalam NU secara umum dapatdikatakan memiliki kesamaan wawasan, pandangan dan tradisi keagamaanyang berlandaskan paham Ahlussunnah Wal Jama’ah (ASWAJA).Nahdlatul Ulama dan Pondok pesantren itu bagaikan dua sisi mata uang yang sulit dipisahkan. Apabila menyebut NU kita mesti ingat pondok pesantren dan sebaliknya. Mengapa demikian? Karena yang mendirikan Nahdlatul Ulama adalah para ulama pondok pesantren. Mereka memilikikesamaan wawasan, pandangan, sikap, perilaku dan tata cara pemahaman serta pengamalan ajaran Islam menurut faham ahlussunnah wal jama’ah.Ibarat sebuah keranjang, kelahiran Nahdlatul Ulamapondok pesantren.Karena itu wajar jika dikatakan bahwa Nahdlatul Ulama itu adalahorganisasinya masyarakat pesantren.

 Pesantren dalam pengembangan Aswaja

1. Santri atau murid lebih paham mengenai ahlussunnah wal jamaah dan dapat mengamalkannya di masyarakat agar Aswaja lebih berkembang hingga masyarakat luas.

2. Aswaja berkembang pesat dan banyak di anut di dunia.

3. Santri adalah penjaga gerbang terakhir untuk keberlangsungan Aswaja.

4. Terwujudnya tatanan masyarakat yang demokratis dan berkeadilan demi kemaslahatan 

umat dengan Melaksanakan dakwah Islam dan amar ma’ruf nahi Munkar.

5. Saat Aswaja di pandang sebagai sebuah metode keilmuan,para santri mampu menjawab permasalahan keberagaman.

Nahdlatul Ulama didirikan adalah berlakunya ajaran Islam Yang menganut paham Ahlussunnah Wal Jama’ah dan menurut salah satu Dari Madzab empat untuk terwujudnya tatanan masyarakat yang demokratisdan berkeadilan demi kemaslahatan dan kesejahteraan umat dengan Melaksanakan dakwah Islam dan amar makruf nahi Munkar.


BAB III

 PENUTUP


A. SIMPULAN 

Pada makalah diatas disimpulkan bahwa konsep pengembangan masyarakat Islam dalam modernisasi pesantren adalah bahwa pengembangan masyarakat merupakan proses atau cara untuk meningkatkan atau mengembangkan kualitas masyarakat Islam dalam bidang ekonomi, sosial dan lingkungan. Secara umum pengembangan masyarakat harus dimulai dari pengembangan individu dengan cara mengembangkan sumberdaya manusianya. Pesantren merupakan lembaga pendidikan, sedangkan lembaga pendidikan itu adalah proses pembaharuan anak manusia untuk menjadi cita ideal dirinya sesuai perkembangan zaman. keseimbangan imtaq dan iptek, keberagaman ciri khas dan progam pendidikan, pemanfaatan watak kemandirian, dan ketajaman visi dalam membaca kebutuhan lingkungan. Dalam hal ini pola modernisasi pesantren harus mengedepankan Modernisasi pesantren harus tetap tertumpu pada asas keIslaman, dan dalam batas tertentu juga mempertahankan ciri khas tradisionalitasnya yang antara lain memuat nilai-nilai keikhlasan, kesederhanaan,dan kemandirian untuk menjadikan aswaja berkembang secara baik. 

B. SARAN

Diharapkan bagi lembaga pendidikan agama atau pesanren hendaknya melakukan pengembangan sesuai dengan pola aswaja yang ditunjukkan pada materi diatas. Pengembangan pesantren tidak harus meninggalkan tradisi lama karena hal itu bisa menjadi ciri khas pesantren di nusantara.



DAFTAR PUSTAKA

Anwar, Al.2010.Pembaruan Pendidikan di Pesantren Kediri.Yogyakarta:Pustaka Pelajar

Departemen Agama RI Direktorat Jendral Kelembagaan Agama Islam Pondok Pesantren dan Madrasah Diniya.Jakarta:2003

https://www.nu.or.id/post/read/61907/tiga-ciri-utama-pesantren-menurut-menag

Zubaidi,Alex Yusron Al Mufti. 2020.Risalah Ahlussunnah Waljamaah An-Nahdliyah. Jepara: Unisnu Press

Zamakhsyari Dhofier,1982, Tradisi Pesantren: Studi tentang Pandangan Hidup Kyai, Jakarta: LP3ES, hlm. 44.

Hasan Muarif Ambary, 1998, Menemukan Peradaban: Jejak Arkeologis dan Historis Islam Indonesia, Jakarta: Logos Wacana Ilmu, hlm. 58.


Azyumardi Azra,2000, Pendidikan Islam, Tradisi dan Modernisasi Menuju Millenium Baru, Jakarta: Logos Wacana Ilmu, hlm.51.



 LAPORAN PERJALANAN

WISATA STADY TOUR SMK N 1 PAKIS AJI JEPARA

WISATA PABRIK CIMORY DI SEMARANG 

Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Bahasa Indonesia

Dosen Pengampu: Yushinta Eka Farida, M.Pd.




Disusun Oleh :

Nama : Riskina Oktafia ( NIM : 201310004444 )


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

UNIVERSITAS ISLAM NAHDLATUL ULAMA JEPARA

TAHUN AKADEMIK 2020/2021 




KATA PENGANTAR


Assalamu’alaikum Wr Wb

Alhamdulillah, puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah Swt yang telah memberikan rahmat taufiq dan hidayat sehingga saya dapat menyelesaikan Tugas Laporan Perjalanan untuk melengkapi tugas mata kuliah Bahasa Indonesia tanpa ada halangan apapun.

Sholawat serta salam tak lupa saya haturkan kepada Nabi Muhammad Saw,yang telah memberikan syafaat kepada kita semua, yang telah berjuang dari zaman jahiliyah menuju zaman islamiyah.

Pada pembuatan laporan ini saya mendapatkan banyak pelajaran, pengalaman, dan pengetahuan dari sumber sumber yang saya ambil, maka dari itu saya mengucapkan terimakasih kepada siapa saja yang telah membantu berjalannya pembuatan laporan perjalanan ini.

Dari itu saya sangat mengharap kritik dan saran untuk menjadikan makalah ini lebih baik dan bisa menjadi bermanfaat bukan hanya untuk mahasiswa tetapi kepada masyarakat sekitar dengan baik.

Wassalmu’alaikum Wr Wb



Jepara, 20  Januari 2021


Penulis 




PENDAHULUAN


A. Latar Belakang Masalah

Sejarah  Awal berdirinya Cimory di Semarang ini mulai berdiri pada tahun 2004 oleh seorang yang bernama Bambang Sutantio, awal berdirinya dimulai karena keinginan Bambang untuk bisa membantu para peternak sapi perah yang ada di daerah Cisarua Bogor, Cimory memiiki perusahaan dengan nama PT Cisarua Mountain Dairy yang didirikan oleh Bambang Sutantio ini kemudian disingkat dengan Cimory. Untuk menunjang perusahaannya itu sang pengelola pun menjalin kerjasama dengan koperasi produsen susu (KPS) Giri Tani. Kemudian Cimory juga memberikan standarisasi pada susu yang akan diambil untuk tetap menjaga kualitas produknya, dengan menerapkan Good Farming Prctices untuk memenuhi kriteria supaya susunya masuk standard dan memberikan harga mahal atau lebih tinggi dari sebelumnya sehingga dapat menejahterakan masyarakat atau para peternak sapi perah.

Kemudian pada tahun 2006 berikutnya, Cimory pun mulai bergerak untuk mengembangkan produk turunan susu lainnya seperti Yogurt dring, set yogurt, sert keju dengan varian rasa menarik yang bisa menjadikan pilihan bagi para konsumennya.

Cimory Semarang sendiri pada dasarnya merupakan restoran berkonsepkan wisata dan edukasi, sehingga para pengunjung tempat ini bisa berwisata sekaligus mengajarkan pengetahuan dan menambah wawasan. Cimory Resto Bawen yang hadir dengan pemandangan hijau dan asri serta banyak menu makanan dan minuman di Cimory Semarang cukup beragam banyak pilihan menu dari mulai Oriental, Eropa, serta berbahan dasarkan serba susu, harga nya sangat terjangkau mulai dari Rp 8.000 – Rp 60.000. setiap harinya Cimory Semarang selalu ramai didatangi oleh para pengunjung yang tidak hanya sekedar berwisata, berkuliner namun juga bisa sekaligus belajar banyak wawasan, disana pengunjung juga bisa berinteraksi dengan memberi makan sapi, kelinci, melihat biawak, kura-kura, ayam dan masih banyak lagi hewan ternak yang lain serta spot foto yang disediakan juga beragam dan sangat bagus. 

Study Tour ini merupakan kegiatan yang rutin dilaksanakan oleh siswa siswi saat  kelas 11 SMK N 1 PAKIS AJI, kegiatan ini bertujuan untuk membuka wawasan siswa tentang pengolahan,  yang bersangkutan dengan jurusan TPHP ( teknologi pengolahan hasil pertanian). Agar siswa jurusan tersebut bisa mengetahui cara pengolahan hasil dari pertanian khususnya produk susu agar menjadikan  produk yang lebih berkembang dan siswa dapat menciptakan inovasi baru dalam bidang penggolahan hasil pertanian.

B. Tujuan

Tujuan dari kegiatan study tour dan laporan perjalanan ini adalah:


1. Menambah wawasan tentang sejarah dan proses pengolahan pembuatan yogurt dan produk dari bahan susu perah.

2. Memberikan kesempatan untuk para siswa dalam proses belajar sambil berekreasi.

3. Study tour adalah kegiatan wajib dari sekolah untuk para siswa pada saat kelas 11 semester akhir.

4. Memberikan pengalaman kepada para siswa tentang apa itu study tour.


C. Waktu dan Tempat Kegiatan Study Tour

Study tour ini dilaksanakan pada:


Hari, Tanggal : Rabu, 18 April 2018 – Kamis, 19 April 2018

Lokasi : Cimory On The Valley  Bergas, Semarang, Jawa Tengah.


D. Peserta Study Tour


Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa SMK N 1 PAKIS AJI  kelas 11 Jurusan TPHP (Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian) dan para guru serta staf kantor jurusan.


E. Pembiayaan


Biaya yang dikeluarkan setiap siswa dalam melakukan kegiatan perjalanan wisata study tour, sebesar Rp.250.000.- dengan rincian sebagai berikut :


Transportasi : Rp.100.000

Konsumsi : Rp.50.000

Fasilitas untuk para murid : Rp.100.000


ISI LAPORAN DARI PERJALANAN STUDY TOUR


A. Laporan Perjalanan Study Tour


Perjalanan study tour ini dilaksanankan pada hari Rabu, 18 April 2018 selama 1 hari 1 malam dan berakhir pada hari Kamis, 19 April 2018.

Titik kumpul saat akan berangkat yaitu di SMK N 1 PAKIS AJI, dan berangkat pada jam 06.00 pagi dari jepara. Para siswa menggunakan Bus pariwisata, setiap kelas dapat satu bus tersendiri dan didalamnya terdapat guru pendamping masing-masing .

Lama perjalanan yang ditempuh dari jepara sampai lokasi pertama yaitu Cimory semarang sekitar kurang lebih 3 jam. Setelah sampai di tempat tujuan kami di dipandu oleh guru pembimbing masing masing dan diarahkan oleh pemandu wisata yang ada di lokasi wisata tersebut.

Kegiatan pertama yang kami lakukan adalah berbaris untuk dipakaikan tiket yang berbentuk gelang, setelah itu saya dan teman teman diajak berkeliling dan dan dijelaskan sejarah singkat tentang Cimory On The Vallay semarang, serta mencatat seluruh kegiatan atau informasi yang penting yang sedang disampaikan oleh pemandu wisata tersebut .

Setelah itu kami di ajak ketempat peternakan sapi  perah  yang ada disana, tetapi ini bukan peternakan yang sesungguhnya hanya saja contoh kecil sebagai bahan edukasi pada tempat wisata ini, setelah kurang lebih 1 jam berkeliling kita diberi kesempatan untuk berfoto pada spot foto yang sudah disediakan.

Satelah itu kami diajak untuk melihat ruangan dan alat alat pembuatan keju, disana banyak terdapat mesin mesin untuk membuat keju dari susu, setelah itu kami diajak memasuki pusat oleh-oleh yang ada disana, didalamnya terdapat banyak souvenir yang berbentuk sapi seperti boneka, topi, tas, baju bergambar sapi, gantungan kunci, keju, kue dan makanan yang berbahan susu  dan yang jadi incaran disaya yaitu yogurt Cimory tentunya, ada banyak variasi rasa dan ukuran dari produk Cimory tersebut dan kami pun membeli sebagai oleh-oleh dari sana. Selain itu kami juga mendapatkan oleh-oleh dari pihak Cimory berupa 1 pack yogurt Cimory per orang.

Setelah cukup lama disana, dan sehabis zhuhur kita selesai dan keluar dari wisata Cimory untuk melanjutkan perjalanan selanjutnya menuju pabrik nissin wafer dan Jogjakarta.


B. Objek yang Diamati


Objek- objek yang saya amati selama perjalanan wisata study tour ini beraneka ragam, dan hasil dari analisis yaitu:


1. Bangunan dari luar gedung Cimory 

Tampak dari luar pintu masuk gedung cimory dan sekaligus tempat parkir, terdapat patung sapi raksasa yang terdapat di atas atap gedung yang juga menjadi icon penanda dari Cimory.

2. Peternakan sapi yang ada di dalamnya.

Merupakan gambaran peternakan sapi perah yang menjadi bahan edukasi kepada pengunjung, tentang  bagaimana proses perawatan dan proses pemerahan susu sebelum di olah menjadi produk Cimory. 

3. Salah satu spot foto 

salah satu bentuk foto untuk bahan laporan setelah melakukan kunjungan wisata atau study tour dan tentunya untuk kenangan ketikan sudah lulus sekolah.


A. SIMPULAN

Berdasarkan pengalaman yang telah saya dapatkan dari perjalanan study tour Cimory ini, dapat diambil kesimpulan bahwa, pabrik di indonesia ini sangat banyak dan sangat membantu para petani atau peternak yang berada di daerah pedesaan, sehingga dapat memajukan pendapatan mereka serta mengasah kekreatifan dalam mengolah suatu bahan dari pertanian atau pengolahan yang sesuai dengan mayoritas orang indonesia.

Di sana juga dapat menjadi objek wisata yang dapat menambah pengetahuan dan wawasan, serta mempermudah bagi siswa atau pelajar yang ingin belajar tentang pengolahan didaerah sekitar semarang karna tempatnya yang strategis dan juga bisya yang diperlukan cukup terjangkau, dengan berwisata sambil belajar.

B. SARAN

Study tour ini sangat bermanfaat untuk siswa-siswi yang mengambil jurusan pengolahan, karena disana diajarkan dan diberi pengetahuan tentang cara penggolahan susu menjadi keju dan produk dari Cimory, tujuan dilakukan perjalanan study tour ini agar siswa siswi mengetahui sejaran dan ilmu dari pengolahan produk makanan atau minuman yang ada disekitar kita, agar pengetahuan tentang cara pengolahan semakin banyak seharusnya siswa-siswi diberi pengetahuan tidak hanya tentang pengolahan susu saja tetapi banyak pabrik pengolahan yang lain sehingga wawasan semakin meningkat.

LAMPIRAN-LAMPIRAN

1. Gedung cimory 

2. Peternakan sapi mini sebagai bahan edukasi

3. Salah satu tempat berfoto

 


 KARYA TULIS NON ILMIAH PUISI

DENGAN TEMA PERSAHABATAN

TERUNTUK SAHABAT BAIK KU

Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Bahasa Indonesia

Dosen Pengampu: Yushinta Eka Farida, M.Pd.


 



Disusun Oleh :

Riskina Oktafia ( NIM : 201310004444 )


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

UNIVERSITAS ISLAM NAHDLATUL ULAMA JEPARA

TAHUN AKADEMIK 2020/2021 



KATA PENGANTAR


Assalamu’alaikum Wr Wb

Alhamdulillah, puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah Swt yang telah memberikan rahmat taufiq dan hidayat sehingga saya dapat menyelesaikan tugas non ilmiah puisi ini yang berjudul “Teruntuk Sahabat Baik ku”  untuk melengkapi tugas individu mata kuliah Bahasa Indonesia tanpa ada halangan apapun.

Sholawat serta salam tak lupa saya haturkan kepada Nabi Muhammad Saw,yang telah memberikan syafaat kepada kita semua, yang telah berjuang dari zaman jahiliyah menuju zaman islamiyah.

Pada pembuatan puisi ini saya berharap puisi ini dapat bermanfaat untuk pembaca dan orang sekitar, dan apabila dalam penulisan ataupun penggunaan kata-kata yang saya gunakan tidak sesuai ataupun kurang tepat saya mohon maaf dan saya menerima kritik dan saran anda agar bisa menjadi pejaran ketika pembuatan puisi ataupun karya non ilmiyah selanjutnya agar lebih baik lagi.

Wassalmu’alaikum Wr Wb



   Jepara, 27  Januari 2021


Penulis





Nama : Riskina Oktafia

Nim : 201310004444

 

“TERUNTUK SAHABAT BAIK KU”

Seseorang yang sangat berarti untuk ku

Yang selalu bisa membuat ku tersenyum 

Dengan caramu


Tuhan membuatmu special untuk melengkapi diriku dengan kehadiranmu

Tidak peduli bagaimana diriku

Kau selalu ada untukku


Meskipun terkadang perbedaan itu ada

Kita tetap bersama melewati suka duka

Aku selalu mengeluh, bersedih, hingga marah kepadamu

Namun kau tetap senang dan mau berteman dengan ku


Banyak hal telah kita lalui

Aku ingin selalu bersama dengan mu berjalan bersama

Mencapai cita-cita dan impian yang kita impikan 


Terimakasih sahabatku

Aku berharap kita selalu bersama

Menjalani kehidupan dengan penuh makna

Melewati kerasnya kehidupan ini  bersama

Dengan penuh canda tawa dalam suka maupun duka 


Walaupun suatu saat nanti kita dipisahkan oleh keadaaan

Aku berharap persahabatan ini tetap bersama

Bersama mencapai impian dan kesuksesan

 bersama dengan sahabatku sampai jannah nya 










Minggu, 24 Januari 2021

STRATEGI PEMERINTAH DAERAH DALAM MENJAGA KEAMANAN DAN KETERTIBAN DI KECAMATAN MLONGGO

 STRATEGI PEMERINTAH DAERAH DALAM MENJAGA KEAMANAN

DAN KETERTIBAN DI KECAMATAN MLONGGO


A. LATAR BELAKANG

    Indonesia dikenal sebagai neegara dengan masyarakat multicultural yang memiliki wilayah yang luas, kondisi seperti ini membawa konsekuensi baik sebagai daya perekat atau penyatu maupun sebagai daya pemecah yang menyimpan potensi konflik antar sesama. Jika potensi ini dapat dikelola secara baik akan memberikan kesejahteraan pada bangsa ini. Akan tetapi jika dalam pengelolahannya tidak baik serta diperburuk dengan efek negative yang terdapat pada era modern seperti sekarang ini maka hal tersebut akan menghasilkan konflik social. 
  Keamanan dan ketertiban merupakan suatu kebutuhan dasar yang senantiasa diharapkan masyarakat dalam melaksanakan aktifitas sehari-hari. Maka dari itu masyarakat sangat menginginkan adanya perasaan dan lingkungan yang aman dari segala bentuk perbuatan, tindakan dan intimidasi yang mengarah dan menimbulkan hal-hal yang akan merusak tatanan Negara. Disadari atau tidak, tidak amannya pada suatu daerah adalah cermin nyata bahwa minim kesadaran untuk menjaga wilayah atau daerah menjadi pemicu minimnya keamanan dan ketertiban, bahkan dampaknya dapat ditimbulkan dari aksi dan ancaman dari luar daerah atau Negara sehingga muncul sikap saling tidak percaya dan curiga antar umat beragama, serta kerusakan fisik dan mental masyarakat sehingga menganggu tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara yang telah dicantumkan dalam pancasila serta UUD 1945.
Setrategi pemerintah dalam menumpas ketidakamanan berpedoman pada Inpres No.2 Tahun 2013 tentang Penanganan Gangguan Keamanan Dalam Negeri. Yang mana diharapkan tidak ada lagi keraguan dalam bertindak.

B. METODE PENELITIAN
Metode penelitian ini menggunakan metode Tipe dan Dasar Penelitian 
1. Tipe penelitian ini adalah tipe penelitin deskriptif yaitu suatu tipe penelitian yang bertujuan untuk memberikan deskripsi mengenai setrategi Pemerintah Daerah dalam menjaga keamanan dan ketertiban di kecamatan Mlonggo terkhusus
2. Dasar penelitian yang dilakukan adalah survei yaitu penelitian dengan mengumpulkan dan menganalisis suatu peristiwa atau proses tertentu dengan memilih data dan menentukan ruang lingkup tertentu sebagai sampel yang dianggap tepat dan akurat.

C. HASIL ANALISIS
Setrategi adalah rencana yang disatukan menyeluruh dan terpadu yang mengaitkan organisasi dengan  lingkungan dan dirancang untuk memastikan bahwa tujuan utama dapat melalui pelaksanaan yang tepat oleh pemerintah kepada masyarakat. Tentu dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dari kejahatan dari luar yaitu menyusun rencana pengawasan keamanan pada daerah dengan program pembinaan kerukunan umat beragama, program peningkatan keamanan dan kenyamanan lingkungan di daerah mlonggo serta program pengembangan wawasan kebangsaan tentang cinta tanah air dan Negara, sebagai penegak hukum keamanan dan ketertiban pada lingkungan daerah tersebut.

D. KESIMPULAN
Pada kesimpulan ini mengungkapkan beberapa strategi pemerintah daerah dalam menumpas ketidakamanan dalam daerah dan Negara, tentunya pemerintah daerah dalam menyusun strategi dalam menjaga keamanan dan ketertiban khususnya terkait tindak pidana atau hukuman pada pelaku kericuhan dalam lingkungan tersebut dan sosialisasi pendidikan terhadap public tentang pencegahan dini dalam mengatasi berbagai kejadian kekerasan yang terjadi pada masyarakat tentang pentingnya keamanan terhadap Negara atau daerah misalnya mengikuti kegiatan Ronda pada lingkungan dan menghargai perbedaan antar sesama umat.

FIQIH BAB THAHARAH

  BAB I Materi Thaharah (Bersuci) A. Ketentuan Thaharah (Bersuci) Bersuci meliputi kesucian lahir dan batin artinya suci, badan, dan batin. ...