Minggu, 14 Februari 2021

 Tugas Individu II dan Tugas III

Mata Kuliah Aswaja

Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Ahlussunnah Wal Jama’ah

Dosen Pengampu Alex Yusron Al Mufti, S.Ag., M.S.I.




Disusun Oleh :

Riskina Oktafia ( NIM : 201310004444 )


PRODI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN

UNIVERSITAS ISLAM NAHDLATUL ULAMA JEPARA

TAHUN AJARAN 2020/2021




Nama : Riskina Oktafia

Nim : 201310004444

Kelas : 1 PAI A7 R2

Makul : tugas Aswaja

Tugas Mandiri II

Nilai-Nilai Aswaja An-Nahdliyah


1. Contoh pelaksanaan nilai Tawassuth, Tawazun, I’tidal dan Tasamuh.

At-Tawassuth atau sikap tengah tengah, sedang sedang, tidak ekstrim kiri atau ekstrim kanan, dan tidak pilih-pilih begitupun dalam konteks kkehidupan.

Contoh pelaksanaan dalam kehidupan atau dalam lingkungan masyarakat. Ketika ada tetangga sebelah rumah saya sedang bertengkar disebabkan karna perbedaan pebdapat dengan tetangga yang satunya maka saya sebagai tetangga yang terdekat harus bisa menyelesaikan atau menengahi masalah tersebut, pada saat itu mereka sedang bercekcok ngomong ini ngomong itu tetapi saya tidak membela salah satu dari mereka, tetapi saya tetap untuk tidak pilih kasih akan tetapi saya memilih keputusan tengah-tengah. Dan disalah satu dari mereka ada yang mengalah karena dia merasa bahwa dia yang salah dan akhirnya masalah tersebut bisa didamaikan dengan cara yang halus.

Tawazun atau seimbang, yaitu seimbang atau seseorang yang memiliki sikap seimbang dalam segala hal.

Contoh pelaksanaan dalam masyarakat yaitu saat dalam berteman, bertetangga ataupun kepada saudara serumah  kita harus adil dan tidak memihak dalam memutuskan sesuatu perkara diantara mereka, sikap tawazun merupakan salah satu sikap seseorang yang selalu adil dan seimbang dalam melakukan sesuatu baik aktifitas dunia dan akhirat, Keseimbangan berhubungan dengan tuhan dan manusia.

I’tidal artinya tegak lurus yaitu sikap tegak dalam arti tidak condong pada kepentingan di luar aswaja dan umat, lurus dalam semata mata berjuang dami kepentingan NU dan umat.

Contoh dalam pelaksanaannya yaitu kita bersikap adil tidak hanya kepada manusia tetapi terhadap lingkungan dengan cara menjaga merawat alam sehingga tidak terjadi bencana alam seperti banjir yang sedang terjadi saat ini.

Tasamuh artinya toleran, toleran terhadap perbedaan pandangan baik dalam masalah agama, budaya, dan adat istiadat, sikap toleran terhadap perbedaan pandangan baik dalam masalah keagamaan, kemasyarakatan dan kebudayaan.

Contoh dalam perbedaan agama pada suatu daerah mereka saling menghargai dalam permasalahan lingkup agama dan budayanya. Dalam kelas bentuk toleransi berperan penting saat penyampaian pendapat saat presentasi materi , teman yang lain harus bisa bersikap toleran meskipun materi yang disampaikan kurang begitu jelas dan bertanya dengan cara yang baik.




Tugas Mandiri III

Peran Penting Ponpes Az-Zahra Sekuro, Mlonggo

Dalam pengembangan Aswaja



A. Profil Ponpes Az-Zahra 

1. Sejarah singkat

Dalam sejarah singkat ponpes ini adalah semasa hidup sang pendiri simbah H. Siroj Ma’ruf dan Hj. Siti Zuhro adalah sosok yang sangat taat pada ilmu atau (ulama’) dan pencari ilmu (Tholibul ilmi). Sebidang tanah disediakan untuk mendirikan mushola Al-Hasanah, sehingga masyarakat sekitar dapat menggunakannya untuk jama’ah, belajar ilmu agama atau ngaji serta kegiatan keagamaan lainnya.

Saat K.H. Nur Kholiq Ma’ruf dari tanah suci Makkah pada tahun 2004, semakin menguatkan niat keluarga untuk menderma baktikan segala potensi keluarga untuk pendidikan kegamaan pada masyarakat. Musholla Al Hasanah yang selama ini telah digunakan masyarakat sekitar, oleh keluarga Bani Ma’ruf dan anak anak Hj. Zuhro disepakati dijadikan pondok pesantren yang diberi nama Az-Zahra. 

Mulai saat itulah pondok pesantren Az-Zahra resmi didirikan dan menyerahkan pengelolaan serta kepemimpinan pondok pesantren kepada putra ke-empat yaitu K.H. Nur Kholiq Ma’ruf. Beliau yang pada saat itu baru saja menetap di Jepara setelah sekian lama menuntut ilmu dikota suci Makkah, menyanggupi tugas teramat berat  untuk membangun dan mengelola pondok pesantren mulai dari awal, tentu dengan dukungan seluruh keluarga.

Langkah pertama sang pengasuh yaitu memohon ijin dan petunjuk kepada sang guru yaitu Hadrotusy Syaikh Sayyid Maliki Al Maliki Al Makky, sehingga untuk beberapa lama beliau kembali ke tanah suci Makkah untuk memohon restu dan Ziyadah do’a dalam mengemban amanah pondok pesantren.

Setelah K.H. Nur Ma’ruf kembali ke tanah air, beliau langsung menuju ke kediaman kiyai beliu Hadrotusy Syaikh K.H. Maimun Zubair, pengasuh pondok pesantren sarang Rembang dengan tujuan yang hampir sama dengan perjalanan ke Makkah, sang kiyai pun memberi ijin dan wejangan sebagai pegangan untuk sang pengasuh muda yang sekaligus murid santri Sayyid Muhammad Al Mliky Al Makki selama 25 tahun.

Pondok pesantren Az Zahra dalam masa awal pendiriannya menerima bantuan dari beberapa pondok pesantren lainnya diantaranya yaitu seorang senior pondok pesantren Daarut tauhid Purworejo pimpinan K.H. Thoifur Mawardi yang nantinya membantu pengelolaan pondok, pada saat itu sudah ada 10 orang santri yang bermukim di pondok pesantren Az Zahra.

2. Visi dan misi Ponpes Az Zahra

Visi dan misinya adalah Pencapaian ini diwujudkan dalam ikhtiyar praktis mewujudkan generasi penerus bangsa yang mutafaqqih fid din, berkarakter Ahlussunnah Wal Jama’ah dan berwawasan nusantara serta senantiasa menjadi rahmat bagi lingkungan sekitar.

Program utama yayasan Az Zahra adalah untuk mencerdaskan kehidupan masyarakat melalui pengembangan pembangunan pendidikan berbasis pondok pesantren. Melayani masyarakat dengan pengabdian dibidang social, agama dan pendidikan untuk menjadikan generasi yang beriman, bertaqwa, berilmu, dan beramal saleh. Mampu memanfaatkan teknologi informasi, berwawasan luas, serta bertanggung jawab kepada agama, masyarakat, bangsa dan Negara.

3. Pendiri pondok pesantren Az Zahra

Pendiri pondok pesantren Az Zahra adalah keluarga dari Bani Ma’ruf dan anak anak Hj. Zuhro.

B. Susunan Pengurus Yayasan

Struktur Organisasi

Ketua : Joni Adi Fitra S.H.I

Wakil Ketua : Zajri

Sekretaris, Bag. Pendidikan : Fitri Roihani

Bendahara, Bag. Keamanan : Azzam Muslim

Logistic : Burhan

Bagian Keamanan : Ernasuryaningsih S.P.d.I

Bagian Kebersihan : M. Kharis Luthfi dan Nurul Latifah

Bagian Pendidikan : Dana Muslim

C. Lembaga yang di kelola ponpes Az Zahra

Pendidikan 

Pendidikan formal:

SMP

SMK

Pendidikan Informal:

Madrasah Diniyah

D. Program Harian

- Ba’da sholat shubuh, Al Wirdul latif lil Imam ‘Abdullah bin ‘Alawy Ah Haddad

- Ba’da sholat shubuh, Sorogan ( privat ) Al-Quran

- Ba’da sholat ashar, surat Al Waqiah dan doa

- Ba’da sholat magrib, Ratib Al Haddad Lil Habib ‘Abdullah bin ‘Alawy Al Haddad

- Ba’da sholat isya’, Muhadloroh (kajian kitab fathul Qorib Mujib Syarh Imam Muhammad bin Qosim Al Ghozzy ‘Alal kitabi Al Musamma bit Taqrib Lil Imam Ahmad bin Abi Suja,)

- Ba’da sholat shubuh, Majlis Ta’limil ‘Ilmi Madrasah Diniyyah Klasikal

- Pagi sampai siang pendidikan formal

Program Mingguan

- Malam Jum’at ba’da sholat magrib, maulidun Nabi Al barjamzi

-  Malam Ahad, latihan Khitobah, latihan seni baca Al Quran, Mujahadah dan sholat Tasbih, Musyawaroh kitab

Program Bulanan

- Setiap bulan sekali pada malam ahad legi ada kegiatan Majlis Padang Bulan dengan berbagai kegiatan yang bersifat keagamaan atau pengajian dan pelestarian budaya atau kearifan local

Program Tahunan

- Bulan Muharrom, selamatan malam tahun baru Hijriyah

- Bulan Muharrom, Haul Simbah Hj. Siti Zuhro

- Bulan Shofar, selamatan “rabo pungkasan”

- Bulan Robi’ul Awwal, Maulidun Nabi dan peringatan kelahiran Rasulullah Muhammad SAW

- Bulan Rojab, peringatan isro’ mi’roj

- Bulan Sya’ban, selamatan “nisfu sya’ban”

- Bulan Ramadhan, pengajian “posonan”

- Bulan Ramadhan, Haul Abuya Sayyid Muhammad dan K.H. Nur Kholiq Ma’ruf

- Bulan Syawal, idhul fitri Halal Bihalal

- Bulan Dzul Hijjah, idul adha (qurban)

- Bulan mei, haflah akhiris sanah, wisuda SMP SMk, khataman Al Quran dan Harlah Az Zahra

E. Nama kyai/syekh/Ustadz

K.H. Nur Kholiq Ma’aruf

F. Jumlah santri yang ada di pesntren

Santri laki-laki : 192 santri

Santriwati perempuan : 73 santriwati

G. Nama-nama kitab yang di pelajari

Kajian kitab kitab  kuning

H. Sarana Prasarana dalam ponpes

Lapangan, masjid, gedung sekolah, koprasi santri, perpustakaan, lap computer, lab bahasa, asrama santri, asrama pengasuh, kantor, dapur, kamar mandi dan wc, klinik kesehatan, dan gudang.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

FIQIH BAB THAHARAH

  BAB I Materi Thaharah (Bersuci) A. Ketentuan Thaharah (Bersuci) Bersuci meliputi kesucian lahir dan batin artinya suci, badan, dan batin. ...